Rasa nyaman dan aman ketika bersantap di luar rumah kini kian menjadi kebutuhan yang tak terelakkan lagi. Kita tentu tak mau mendapatkan kualitas makanan yang sekedarnya kan. Apalagi jika hal itu berkaitan dengan status halal dari makanan yang kita santap.

Bagi kaum muslim, atau bahkan yang beragama lain, berdoa sebelum makan sudah merupakan kewajiban yang ditanamkan dalam diri. Tentu saja dengan harapan makanan yang masuk ke dalam tubuh kita akan membawa berkah.

Berkah yang mengalir dalam tubuh harus kita pastikan juga kehalalannya. Semua tindakan halal yang kita lakukan berawal dari halal food yang kita santap. Masuk akal kan? 😉


Kemanakah harus menuju ketika ingin bersantap makanan dengan jaminan halal di Semarang?



HokBen : Japanese Food yang Halal di Indonesia




HokBen menghadirkan gerai baru pada Desember 2018 yang lalu di daerah Majapahit. Sebagai 'wong wetan' alias orang yang tinggal di kota bagian timur, tentu saja hal ini membuatku gembira.

Gimana nggak gembira dong, selama ini kan kebanyakan tempat makan bukanya di daerah pusat kota ke arah barat. Jadi kalau pengin jajan aku harus menempuh jarak yang lumayan.


Baca juga : HokBen Bikin Nongkrong Bareng Sahabat Makin Asyik


Kehadiran HokBen di area Majapahit ini membuatku mudah membawa anak-anak makan di luar jika sedang malas memasak. Berbagai pilihan makanan a la Jepang yang nikmat dan menggoda dapat dipilih.

Nggak perlu riweuh tanya-tanya lagi apakah makanannya halal atau tidak. Lho, kok bisa, tadi katanya kalau makan sesuatu harus jelas dulu kehalalannya?


Oke, jadi begini ya. Seminggu yang lalu aku dan teman-teman blogger Gandjel Rel mengikuti gathering di HokBen. Pada kesempatan yang istimewa tersebut, kami semua belajar tentang status halal dari suatu brand beserta proses panjang yang harus ditempuh sebelum mendapatkan sertifikat halal.

Kenapa hal ini penting bagi HokBen?

Animo masyarakat terhadap pilihan makanan a la Jepang makin meningkat. Padahal kita tau, di negara asalnya sana, ada beberapa bumbu masakan yang tidak boleh dikonsumsi oleh umat muslim. Sedangkan di Indonesia, notabene kaum muslimnya merupakan mayoritas penduduk.

Jadi bagi HokBen persoalan makanan halal ini menjadi amat crucial. Tidak dapat ditawar lagi. Perjalanan HokBen tidak bisa dianggap sepele dalam mendapatkan sertifikat halal.




HokBen pada awal berdirinya 18 April 1985 masih menggunakan nama/logo Hoka Hoka Bento. Baru kemudian pada tahun 2013 logonya mengalami peremajaan dan pembaruan hingga menjadi HokBen. Lebih mudah diucapkan dan diingat-ingat.

Dalam perjalanannya, HokBen sebenarnya selalu menggunakan bahan-bahan halal agar selalu aman dikonsumsi oleh semua pembelinya. Hanya saja HokBen harus menunggu semua pemasok bahannya untuk memiliki sertifikat halal terlebih dahulu. Setelah semuanya terpenuhi dan memenuhi sistem jaminan halal, barulah pada 2008 HokBen resmi memiliki sertikat halal dari MUI.


Sertifikat Halal terbaru dari HokBen


HokBen merupakan brand yang dimiliki oleh PT. Eka Bogainti dan sejak tahun 2008 selalu memenuhi kriteria penilaian dari LPPOM MUI. Setiap kali perpanjangan Sertifikat Halal (per 2 tahun), HokBen sudah mendapatkan nilai A dalam peninjauannya.

Maka tidak heran, setelah 3 kali berturut-turut mendapatkan nilai A tersebut, HokBen juga telah memiliki Sertifikat Sistem Jaminan Halal. Dengan dimilikinya sertifikat tersebut, kita sebagai konsumen bisa menarik napas lega dan tak perlu pusing lagi mempertanyakan seputar kehalalan hidangan yang tersaji di HokBen. Ayo kita santap dengan penuh gembira. 😍



Layanan Prima dari HokBen Majapahit Semarang


Pada 30 Desember 2018 lalu HokBen resmi membuka gerai ketiga di Semarang. Berlokasi di Jl. Brigjen Sudiarto 326B, Kel. Palebon, Pedurungan Semarang.




HokBen Majapahit Semarang ini menggunakan konsep stand alone alias enggak berada di dalam lokasi mall. Menurutku ini lebih memudahkan pembeli saat akan menikmati hidangan di HokBen. Tak perlu repot parkir masuk ke dalam mal, yang kita tau saat ini amatlah susah mendapatkan space parkir di jam-jam sibuk.

Bp. Agustinus Wahyu Purnomo selaku Store Manager HokBen Majapahit menginformasikan seputar servis yang diberikan oleh outlet baru ini. Semua penikmat HokBen akan mendapatkan pengalaman yang menyenangkan bersama HokBen karena :


1. Luas dan Berkapasitas Banyak


HokBen Majapahit berdiri di atas lahan dengan luas kurang lebih 1000 meter persegi. Para pengunjung bisa mendapatkan rasa nyaman bersantap karena outlet ini memiliki kapasitas 160 kursi. Tak usah takut kehabisan kursi ya.

HokBen Majapahit terdiri dari lantai bawah dan atas, yang masing-masing tertata rapi dan bersih. Setiap lantai dilengkapi dengan rak condiment, yaitu tempat untuk mengambil saus tomat dan saus sambal.


Suasana di HokBen Majapahit Semarang - lantai bawah

Setiap lantai juga dilengkapi dengan tempat cuci tangan  yang bersih. Jadi bagi mereka yang makan di lantai bawah maupun atas tetap dimudahkan untuk melakukan semua aktivitas.


2. Ada Tempat untuk Sholat


Bagi kaum muslim disediakan tempat untuk sholat di lantai atas. Tak ada lagi alasan telat sholat saat makan di HokBen. HokBen sudah menyediakan semuanya untuk kaum muslim agar tidak terlambat beribadah kapan pun diperlukan.


Tempat untuk sholat lengkap dengan tempat wudhu yang bersih.


Tempat sholat ini sudah dilengkapi dengan sajadah, mukena, dan tempat wudhunya pun bersih. Ada tempat duduk yang bisa digunakan ketika melepas alas kaki, juga rak khusus untuk meletakkan alas kaki selama kita sholat.


3. Layanan 24 Jam


Rasa lapar itu terkadang datang tak mengenal waktu. Bagi mereka para pekerja kreatif yang lebih sering menghabiskan malam-malamnya untuk berkarya, serangan lapar bisa saja datang ketika warung-warung makan sudah tutup.



Tak usah bingung, cuuzz saja ke HokBen karena jam operasionalnya berlaku 24 jam. Nggak bakalan ada yang kelaparan dan mati gaya sehingga tidak bisa berkarya lagi.


4. Tersedia Layanan Drive Thru





Saat berniat untuk makan, ada beberapa tipe orang yang memilih membeli makan di luar sesuai kondisi dan keperluan. Bagi mereka yang ingin makan sekaligus ngobrol cantik dengan teman atau keluarga, maka pilihan untuk makan di tempat pun bakalan menjadi alasan utama untuk datang ke outlet HokBen.

Bagi mereka yang makan di tempat, terkadang keingetan dengan orang rumah dan beli dengan cara Take Away alias dibungkus. Tidak menutup kemungkinan juga bakalan pesan dalam jumlah banyak (Large Order).

Nah, bagi mereka yang sedang buru-buru atau ditunggu orang di rumah, bakalan nggak tenang dong kalau makan sendiri di tempat. Pilihan yang tepat ya nyobain fasilitas Drive Thru yang disediakan oleh HokBen.

Keren loohh... di Semarang baru HokBen Majapahit yang ada Drive Thru-nya. Silakan masuk ke area khusus, melakukan pesanan, meluncur ke bagian pembayaran, dan voilaaaa... pesanan sudah siap.



5. HokBen Delivery dan Layanan via Ojek Online


Jika ingin menikmati berbagai menu dari HokBen namun tidak bisa keluar dari rumah ataupun kantor, ada 2 pilihan untuk melakukan pesanan.


HokBen memiliki fasilitas layanan antar melalui telepon ke nomor 1-500-505. Kita bisa melakukan pemesanan berbagai menu melalui cara ini.

Ada juga cara yang lain yaitu menggunakan ojek online (ojol). Bagi teman-teman yang sudah sering memanfaatkan aplikasi ojol di smartphone, tinggal cari aja HokBen. Kita bisa pesan makanan sesuai dengan menu yang ada di aplikasi ojol tersebut.



6. HokBen bisa digunakan untuk berbagai keperluan


Kadang suka pusing ya ketika ditanya atasan atau kolega tentang tempat yang layak untuk digunakan sebagai tempat meeting sekaligus untuk menjamu klien. Takutnya tempat yang kita pilih itu kurang representatif.

HokBen Majapahit cocok nih menjadi salah satu alternatif untuk tempat meeting, pesta ulang tahun, maupun arisan. Tinggal pilih menu mana yang akan digunakan sebagai sajian tamu-tamu undangan, maka kita akan diberikan space khusus oleh HokBen untuk merayakan pesta ulang tahun maupun private room untuk meeting.


Lengkap banget ya layanan HokBen untuk kita. Nah, sudah siap menyantap semua yang lezat-lezat dari HokBen?



Yang Spesial dari HokBen


Setelah yakin dengan kehalalan sajian dan tempatnya yang nyaman, maka apa lagi yang ditungguh? Yuukk pesan makan segera.

Para petugas di HokBen Majapahit Semarang yang melayani dengan ramah

Sudah agak lama nih aku tidak berkunjung ke HokBen. Jadi kesempatan berkunjung ke sini kali ini bikin aku kangen menikmati aneka sajiannya.

Apa yang kupesan kali ini?


Bento Special 3 dari HokBen
Bento Special 3


Saat memandang daftar menu yang terpampang di depan, kumelihat ada paket bento dengan beef yakiniku. Olrait, kuyakin pilih yakiniku *halaaahh...

Buat yang sering bingung harus pilih apa ketika ada di meja layanan, biasanya suka lamaaaa banget mantengin menu. Pilihan Set Menu menjadi penyelamat suasana. Udah komplit ada beberapa menu yang digabung menjadi satu.

Aku pilih Bento Special 3 yang terdiri dari nasi, Beef Yakiniku, Tori no Teba, Ebi Furai, Ebi Fried dan salad. Seger sekali saladnya dimakan sebagai pembuka. Campuran mayonaisenya gurih dan asam, enhaaggg...

Ada yang mirip nih dengan menu ini, yang berikutnya adalah Bento Special 4, persis sama isiannya kecuali olahan beef-nya. Untuk yang menu ini, beef dimasak dengan bumbu teriyaki. Lebih ke cita rasa manis ya, cocok untuk kamu yang juga manis. 😉

Sebagai penyegar kupilih Koori Konyaku Leci dan dessert Es Sarang Burung. Paduan kelengkeng dengan serutan agar-agar yang segarnya uwwhh... Pas banget loh dinikmati di saat cuaca Semarang lagi panas-panasnya.


Es Sarang Burung dan Es Ogura HokBen
Pilihan dessert yang menggoda : Es Sarang Burung dan Es Ogura (kacang merah).


Menu Signature a la HokBen


Di dalam Bento Special 3 yang kupesan tadi, ada salah satu menu yang merupakan signature dari HokBen lhooo...

HokBen telah mendaftarkan kekayaan intelektual atas nama Hoka Hoka Bento group terhadap 2 menu yang dimilikinya, yaitu Tori no Teba dan Ekkado. Kedua jenis hidangan ini merupakan sajian otentik yang diciptakan oleh HokBen.


Tori no Teba, sumber : hokben.co.id


Tori no Teba terinspirasi dari gyoza yang merupakan isian daging cincang dan sayuran yang dibalut oleh kulit pangsit tipis. Gyoza memiliki sejarah panjang dan telah menjadi salah satu hidangan yang populer di Jepang.

Tori no Teba merupakan salah satu tipe gyoza yang menggunakan sayap ayam sebagai bungkus gyoza dan berasal dari daerah Miyazaki Jepang.  Sayap ayam tersebut diisi dengan daging ayam berbumbu gurih, digoreng dengan teknik khusus sehingga rasanya renyah di luar namun lembut di dalam. Persis kayak aku nih. 😉😎


Ekkado, sumber : hokben.co.id


Ekkado adalah produk otentik HokBen yang inspirasinya berasal dari Jepang. Kata Ekkado berasal dari EGG (telur) dan KADO (dibungkus seperti kado). Ekkado ini merupakan hasil adikarya original tim HokBen dan mendapatkan kepemilikan hak paten.

Ekkado terbuat dari olahan udang segar berbumbu lezat, yang di dalamnya terdapat telur puyuh, lalu dibungkus dengan kulit kembang tahu yang renyah. Kulit tersebut dibungkus sedemikan rupa hingga membentuk seperti kado.

Dengan tampilan yang unik dan cantik, Ekkado menjadi menu favorit di HokBen yang memiliki kandungan nutrisi tinggi. Tak hanya enak dilihat, disantap pun lezat dan jelas bergizi.


HokBen Community Pattern


Ketika melangkahkan kaki masuk ke HokBen Majapahit Semarang, selain tempatnya yang bersih dan rapi, di dinding-dindingnya akan kita dapati gambar-gambar dengan nuansa cerah seperti ini :




Aku jadi tergerak untuk selfie dan mengabadikan keunyuan latar belakang ini. Pardon me yaaa... 😀

Sayang sayang kan kalau nemu spot foto bagus trus kita enggak selfie. Serasa dokumentasi perjalanan hidup kurang lengkap. 😉

Selain itu, di sepanjang dinding yang mengitari tempat makan, kita akan menemukan pattern seperti ini :


HokBen Community Pattern

Sekedar pola tanpa arti ataukah ada makna di balik gambar tersebut?

Setelah dijelaskan oleh Mba Irma Wulansari dari Divisi Komunikasi Hoka Hoka Bento Group, aku baru tau loh kalau pattern di atas tadi melambangkan filosofi yang bagus sekali. Jadi tidak sekedar bentuk-bentuk asal dan tanpa makna loh.




PARENT AND KID. Anak-anak suka sekali dengan berbagai menu bento yang disajikan oleh HokBen. Oleh karena itu tidaklah mengherankan jika pengunjung yang datang HokBen terdiri dari orang tua yang membawa serta putra-putrinya.

Sebagai orang tua, aku pun bakalan senang membawa anak-anakku ke HokBen karena sajiannya penuh dengan gizi. Aneka olahan sapi, ayam dan udang berpadu dengan sayuran segar, yang kalorinya amat diperlukan untuk masa-masa pertumbuhan.

WELCOMING HELLO. Setiap pengunjung yang datang akan disapa dengan ramah oleh para petugas yang ada di HokBen.

FRIENDSHIP. Tak hanya orang tua dan anak-anak yang berdatangan ke HokBen. Kita juga bisa menikmati sajian lezat a la HokBen bersama teman-teman. Baik itu teman nongkrong, teman kantor ataupun teman satu organisasi.

RESPECT. Posisi orang membungkuk melambangkan respek atau rasa hormat yang dilakukan oleh semua petugas di HokBen kepada para pengunjung.

PRIDE. HokBen merasa bangga bisa melayani para pelanggan yang datang secara baik.

Mba Irma dan Pak Agustinus Wahyu Purnomo memberikan banyak informasi seputar HokBen

Salut dengan HokBen yang menerapkan filosofi di atas untuk menguatkan semangat melayani sepenuh hati. Jadi pengunjung tidak merasa diabaikan dengan layanan prima para petugas.



Prinsip Halal dan Thayib di HokBen


Saat mengunjungi outlet HokBen yang baru saja launching di akhir Desember 2018 ini, aku mendapatkan banyak informasi menarik seputar prinsip halal dan cara mendapatkan Sertifikat Halal ke LPPOM MUI (Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia).



Saat gathering yang membahas seputar layanan HokBen Majapahit Semarang, aku dan blogger lainnya mendapatkan materi yang amat bergizi seputar prinsip halal dan thayib dari LPPOM MUI Jawa Tengah.

Hadir pada gathering blogger kali ini ada 2 perempuan cantik dari LPPOM MUI Jateng, yaitu Oftiana Irayanti Wardani, S.Pd dan Irma Fadlilah, S.Si. Keduanya secara bergantian membagikan informasi tentang dasar-dasar pengetahuan halal dan prosedur mendapatkan Sertifikat Halal.

Bagi mereka yang bertumbuh di era 80an, tentunya ingat ketika pada tahun 1988 isu tentang adanya lemak babi di berbagi sajian makanan sangat santer terdengar. Semua orang dibuat resah dengan hal ini.

Oleh karena itu, kehadiran lembaga yang bisa mengawasi persoalan halal pada makanan maupun produk-produk lainnya amat diperlukan. 6 Januari 1989 LPPOM MUI resmi berdiri.




Di Qur'an sudah jelas disebutkan bahwa manusia diperintahkan untuk makan yang halal dan baik. Bertolak dari perintah Allah ini, maka kita perlu sekali memperhatikan faktor halal dan thayib atas makanan yang masuk ke tubuh kita.

Halal mengacu pada sesuatu yang diperbolehkan menurut ketentuan syariat Islam. Adapun thayib mengarah pada sesuatu yang baik, suci/bersih, dan lezat.

Pada dasarnya semua yang diciptakan Allah dan disediakan untuk dimakan manusia itu baik, kecuali yang masuk klasifikasi haram berdasar Al Qur'an dan Hadits. Adapun yang haram itu adalah bangkai, darah, daging babi dan binatang yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah.

Sudah halal dan thoyib kah makanan yang selama ini kita konsumsi?

Ketika membeli bahan pangan ataupun menikmati makanan di suatu resto, kita seringkali tidak tau dari mana bahan-bahannya berasal. Apakah itu sudah diperlakukan sesuai syariat Islam sehingga jelas kehalalannya, kita tak pernah tau.

Susah juga kan membedakan mana masakan yang berasal dari daging yang halal dengan mana yang haram. Setelah bercampur dengan bumbu dan rempah, tentunya akan sangat sulit bagi kita untuk mengetahui apabila ada sesuatu yang kurang beres pada makanan tersebut.

Keragu-raguan seperti ini masuk dalam kategori Syubhat. Hadits berikut ini mendasari sikap muslim terhadap hal yang syubhat.

"(Sesuatu) yang halal telah jelas dan yang haram juga telah jelas, dan di antara keduanya ada perkara Syubhat (samar-samar). Barangsiapa menjaga diri dari perkara yang syubhat itu berarti ia telah menjaga agama dan kehormatannya. Barangsiapa terjatuh ke pada yang syubhat berarti ia telah terjatuh dalam yang haram. Ketahuilah, di dalam tubuh terdapat segumpal darah, jika ia baik maka akan baiklah seluruh tubuh. Namun jika ia rusak maka akan rusak pulalah seluruh tubuh, ketahuilah bahwa segumpal darah tersebut adalah hati.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam perkembangan waktu, kini jenis makanan beraneka ragam. Bukan hanya lauk-pauk dengan bahan dasar saja. Bahan tambahan pada makanan kian bervariasi untuk menghasilkan tampilan yang bagus, menarik dan beraroma menggugah selera.

Berangkat dari kondisi inilah maka perlu adanya sertifikasi halal. Bukankah ini menyangkut kepentingan banyak orang? Sudah selayaknya para produsen makanan meyakinkan para penggunanya dan menghilangkan perkara syubhat yang menjadi ganjalan.

Untuk mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan prosedur halal ini, buka saja web halalmui.org dan cari status halal dari produk yang ingin kita ketahui. Jika ingin lebih praktis lagi bisa instal aplikasinya di smartphone.

Ada rasa penasaran ketika Bu Oftiana dan Bu Irma menjelaskan seputar status halal HokBen. Langsung dong meluncur ke web halalmui.org tadi dan mengetikkan HokBen di kolom search.




Aaahh... bener ternyata. Pada web tersebut terlihat bahwa selain outlet makannya, HokBen juga telah mendapatkan Sertifikat Halal untuk aneka pudingnya. Tau kan ya kalau es krim dan puding tuh rawan banget terjadi syubhat. Gelatin yang digunakan terkadang kurang jelas asal usulnya.

Nah kalau sudah ada sertifikat halal secara menyeluruh seperti ini, tidak khawatir lagi kan bersantap bareng orang-orang terkasih di HokBen?

My halal bento is your command, dear HokBen. 😉